Angan Kota Kita

Sebuah pertemuan dua kota antara kita
Cerita kita menjadi kata
Melalang buana mencetak huru hara
Alam melambaikan tangannya dengan penuh suka cita
Batara dan batari meringis manis
Seketika hanyut dan lupa akan kelam yang tragis
Namun, sekian jam angin membawa diri pada angan
Batari terbangun, terseok, dan tersungkur
Seakan perjalanan terjal sedang menimpanya
Benturan benda hitam kecil nan keras
Mengetuk jiwa
Meranggas asa
Menyadarkannya pada alam realita
Bahwa silah anganmu adalah salah
Kau hanya mimpi, bukan batari asli

Malang, 18 Februari 2020

Lailatus Sangadah, Penulis adalah Anggota Sub Rayon Ki Hajar Dewantara Rayon PMII Al Ghozali.

Add a Comment