Pelukan di Penghujung Gulita

Hembusan hawa memekat Mengiringi detak-detak keheningan Berespirasi: tanda berlega hati Mengais sisa-sisa berkat             -tersingkap keriuhan fatamorgana Terduduk; tertunduk Gumamkan munajat mengudara Dibalik pendar teduh sang candra Mengintip: terbingkai apik Dalam kencanku dengan-Nya Terjatuhlah kepalaku sembari membumi Menangisi tul-tul berhamburan Ku mengemis pada Rabb-ku Tuk pinta angan-angan sama            …

SELENGKAPNYA

Celotehan Sang Rakyat Pilu

oleh Dila Apriliana Menangis meraung tak ada gunaSujud bersimpuh hanya percumaBerkoar untuk melawan hanya buang-buang tenagaApalagi hanya terdiam, kau akan mati sia-sia Kala yang melarat akan semakin sekaratDan yang berjaya akan terus berkuasaSerta mulai lunturnya kata adil di dalamnyaHingga hilanglah rasa saling percaya Sebenarnya hanya segelintir yang menjadi tikusTapi…

SELENGKAPNYA

Rubah untuk Rabah

Bahwasanya tidak ada alur tanpa alirtidak ada rupa tanpa gayatidak ada lembar tanpa gambartidak ada silah tanpa salahtidak ada kalit tanpa kalutManusia ya manusiaBanyak hajat banyak hujatSekilas ada kalisDi catat banyak cacatDi fikir banyak kufurTidak semua berlalu sepertinyaAda rubah yang merabahBekas luka palu yang di lupaTidak ingin untuk ingatSempat…

SELENGKAPNYA

Angan Kota Kita

Sebuah pertemuan dua kota antara kitaCerita kita menjadi kataMelalang buana mencetak huru haraAlam melambaikan tangannya dengan penuh suka citaBatara dan batari meringis manisSeketika hanyut dan lupa akan kelam yang tragisNamun, sekian jam angin membawa diri pada anganBatari terbangun, terseok, dan tersungkurSeakan perjalanan terjal sedang menimpanyaBenturan benda hitam kecil nan…

SELENGKAPNYA

Intuisi

Perkenalkan aku Wilda  Yusrina Amini dari rayon Al-Haddad Komisariat Sunan Kalijaga biasa di panggil wilda, aku kuliah jurusan Tata Boga di Universitas Negeri Malang. Tahun ini tepatnya tanggal 15 oktober aku akan berumur 21 tahun. Intuisi, rasa aneh yang datang tiba-tiba, bergejolak memenuhi pikiran dan mempermainkan logika, menalar tanpa…

SELENGKAPNYA

Rebah

oleh Diah Erna Jangan ke luar rumah!Itu perintah.Tapi perut kami menitahkan: makanlah!Kau kan bisa puasa, jawabmu garang. Aku tersenyum masamMelirik kiri kanan tanganmu menenteng belanjaan Jangan ke luar rumah!Rebahan saja. Itu menolong ribuan nyawa. Aku tersenyum getirKarna banyak nyawa yang menadah takirMerajuk es krim contong juga sate lontongSederhana saja.…

SELENGKAPNYA

Ibrah Si C Untuk Bumi

oleh Dini Rosyada Mahmud Bulan lalu…Sang surya terbit dari timur kotaPejalan beranjak memulai harinyaHendak pergi ke tujuan puannyaSuara  klakson di jalanan bersahutanAsap hitam menari diatas udara kotaBengawan pun berubah warna keruh Si hijau juga tampak tergusur si tinggi Bulan kini…Surya kan tenggelam di baratSenja segera menyapa di kotaJalanan tampak…

SELENGKAPNYA

PUTRI PEROMPAK

Oleh : Nur Fitriya* Kehadiranmu membuat bahtera orang lain tergoyah Seakan akan kau yang mempunyai segalanya Dengan wajah rembulanmu Kau bisa menghentikan perjalanan bahtera orang lain Dengan semar mesem mu Kau bisa menghipnotis kapten Dan dengan suara sampah mu yang terselubung emas Kau bisa megambil hati kapten Hinga kapten…

SELENGKAPNYA

REBAH DI LAMBUNG BUMI

Oleh : Hafidzah Fatma Gardilla Di kaki seribu langit Terhimpun berlapis lazuardi Disanalah para serdadu Tuhan bergerak Mengikuti titah tuannya Menebar biji-biji rahmat Mentibakan pesan untuk utusan Menarik janji kekekalan Hingga menjemput nyawa berkadar Padahal percakapan-percakapan mereka telah didengarkan Siapa yang peduli dan egois pada diri Mendebat persengketaan cerita…

SELENGKAPNYA