Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merupakan salah satu organisasi universiter terkenal di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM). Sayangnya, sebagian mahasiswa banyak yang tidak mengetahui mengenai tujuan ataupun esensi dari PMII sendiri. Sehingga tak sedikit mahasiswa yang “memberi label” PMII sebagai organisasi yang hanya mementingkan kepentingan kelompok dan juga politik saja. Sebagian kalangan mahasiswa mungkin mempercayai hal itu, namun mereka kesulitan untuk membuktikan kebenarannnya.

Sebenarnya, PMII merupakan organisasi yang bersifat keagamaan, kemahasiswaaan, kebangsaan, kemasyarakatan independen dan professional, berasaskan Pancasila dan bertujuan untuk membentuk pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Sangat miris apabila PMII hanya diidentikkan sebagai organisasi yang berjuang di ranah politik saja, karena hal itu akan mengesampingkan tujuan dan nilai lainnya yang terkandung didalam tubuh PMII sendiri.

Memperbaiki dan juga membangun citra positif dikalangan mahasiswa FIP dengan mengedepankankan nilai aktivis, akademis, dan juga agamis merupakan salah satu cara untuk mematahkan statement negatif terhadap PMII. Hal itu juga dapat menjadi pembuktian bahwa statement yang mereka bangun selama ini salah besar. Tentunya hal tersebut dapat menjadi magnit bagi mahasiswa FIP dalam mengenal dan mempelajari PMII berserta arah pergerakannya.

Fokus utama dalam membangun citra positif dikalangan mahasiswa tak dapat dilepaskan dari Tri-Moto PMII yang terdiri atas 3 kata yaitu, Dzikir, Fikir dan Amal Sholeh. Dimana sebagai insan yang bertaqwa dan juga beriman, kader PMII senantiasa menjalankan hubungan baik dengan sang penciptanya melalui dzikir yang dipanjatkan disetiap waktu, kemudian mengedepankan berfikir dan mengkaji secara matang ketika hendak melakukan sesuatu dan juga mengaktualisasikannya melalui perbuatan yang baik atau amal yang sholeh.

Hal tersebut harus senantiasa melekat dan juga tertanam pada diri tiap kader PMII agar dapat menebarkan kebaikan dan diharapkan dapat menarik simpatisan di lingkungan kader tersebut.

Peningkatan kualitas ditiap kader sendiri memerlukan suatu usaha yang tidak begitu mudah. Mengapa demikian? Faktor utamanya adalah minat ataupun potensi yang dimiliki setiap kader yang berbeda-beda, sehingga memerlukan banyak ruang dan fasilitas.

Dengan mengedepankan kualitas kader, dapat secara gamblang membuktikan bahwa PMII merupakan wadah para aktivis handal dan akademisi untuk menyalurkan dan juga mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Selain itu di PMII-lah mahasiswa akan berusaha untuk melek mengenai kondisi sekitar. Tidak hanya mengenai dunia pendidikan saja, melainkan juga sosial, ekonomi dan juga permasalahan yang dihadapi oleh rakyat Indonesia. Disinilah peran kader PMII dituntut untuk berusaha mencari solusi dengan membangun citra positif di lingkungan FIP yang secara otomatis akan memudahkan proses kaderisasi.

Selain itu Tujuan akhir dari pengkaderan adalah membentuk generasi penerus yg nantinya akan meneruskan visi dan misi dari perjuangan untuk merawat dan juga menjaga eksistensi PMII di kalangan mahasiswa FIP UM.

Penulis adalah Ketua Rayon PMII Al Ghozali, Masa Khidmat 2019-2020

*Tulisan ini adalah salah satu persyaratan mengikuti PKD Komisariat PMII Sunan Kalijaga Tahun 2018-2019 disunting kembali oleh Fitrah Izul Falaq