Memperingati Hari Pendidikan Nasional, PK PMII Sunan Kalijaga menyelenggarakan sharing inspiratif bersama Sahabat Narendra Ning Ampeldenda, pada Sabtu (02/04). Diskusi dengan tema “Muslim Indonesia Menembus Batas” itu bertujuan saling bertukar ilmu antara kader di Indonesia dengan di Jerman. Diskusi diikuti oleh sejumlah kader PK PMII Sunan Kalijaga ataupun PCI PMII Jerman, melalui google meet.

Pria yang biasa disapa Rake ini menceritakan bahwa saat ini dunia sudah memasuki era kolaborasi. “Kolaborasi dalam era ini sangat perlu dianjurkan, karena perbedaan dalam proses belajar akan menjadikan suatu penemuan atau hal yang baru dalam ilmu pengetahuan”, ungkap kader PCI PMII Jerman ini. Selanjutnya, ia juga mengatakan bahwa beda mahasiswa Indonesia dengan Jerman terletak pada budaya keponya. Bahkan, pernah dalam sebuah diskusi, temen sekelasnya bertanya secara detail tentang materi yang tidak diketahuinya.

Berbicara tentang PMII di Jerman, ranah geraknya lebih keperhimpunan mahasiswa NU yang berada di Jerman dan hitungannya masih embrio atau baru. Satu sisi yang unik, di budaya politik kampus di Jerman mengutamakan asas demokratis berbasis ilmu pengetahuan. “Pemira di kampus jerman sangat diperhatikan, karena dosen atau pengajar disana masih memegang teguh asas demokrasi. Hal yang harus kita contoh dalam pemira Jerman yakni berbasi ilmu pengetahuan”, jelas Ketua Komisi Kepemudaan PPI Dunia itu.

Harapannya, diskusi semacam ini lebih sering digencarkan. “Saat ini, dengan kemajuan teknologi, harusnya tidak ada batasan lagi dalam mencari ilmu. Pendidikan harus tak terbatas”, terang Arif, Moderator diskusi.

Perkuatan basis PMII harulah diperkuat, sudah waktunya di era kolaborasi ini, seluruh elemen bisa berelaborasi. “Harapannya, suatu saat setiap PCI bisa saling kolaborasi dengan teman2 PMII yang di Indonesia, khusus dalam ilmu pengetahuan”, tutup Co Penguatan Dakwah PK PMII Sunan Kalijaga itu. (Arif)