oleh Alfiani Rahmawati


Setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Sebuah hari bahagia di mana para ibu berperan untuk mengantarkan anaknya mengikuti acara kartinian. Banyak tulisan di sosial media menceritakan sosok Kartini. Begitu besar jasa R.A. Kartini terhadap pendidikan perempuan di Indonesia. Kita seharusnya bersyukur karena berkat jasanya, kita mendapatkan pendidikan yang layak. Namun, juga perlu diperhatikan bagaimana peran kita sebagai kartini masa kini untuk meneruskan perjuangan Seorang R.A. Kartini? Toh ya kita perempuan sudah dibolehkan untuk memperoleh pendidikan yang sama dengan laki-laki. Lalu apa tindakan selanjutnya? Tentu saja banyak sekali yang harus kita lakukan sebagai perempuan atau kartini masa kini, khususnya bagi kita sebagai KOPRI PMII.

Potensi yang harus dimiliki dan diteladani dari seorang Kartini adalah semangat terhadap pembaharuan, terutama dalam budaya menulis. Warisan pemikiran dan budaya menulis Kartini menginspirasi bagi kita semua serta tidak akan termakan oleh zaman. Pada zaman R.A. Kartini kaderisasi perempuan dilakukan sehingga perempuan bisa mendapatkan haknya yakni memperoleh pendidikan. Tentunya pada zaman sekarang kaderisasi perempuan juga tetap diperlukan karena hasil dari kaderisasi itu tidak hanya berdampak pada zaman sekarang tetapi akan berdampak untuk masa depan.

Berbicara kaderisasi nih, bagaimana kita sebagai KOPRI PMII untuk meneladani, melakukan atau mengemban potensi dan nilai yang dimiliki oleh seorang Kartini untuk kehidupan masa kini terutama masa sekarang yang sedang dilanda wabah Covid-19?

Salah satu potensi dan nilai yang harus dimiliki oleh kita para kartini masa kini adalah semangat. Sedangkan emansipasi pada masa ini ataupun hari ini adalah menulis. Banyak sekali yang bisa lakukan meskipun sekarang sedang melakukan physical distancing dengan berada di rumah akibat pandemi Covid-19. Berdonasi saja tak cukup membantu atau bahkan kita tak mampu untuk berdonasi. Kita perlu untuk memahamkan atau membuat mereka akan paham tentang pandemi covid-19 ini karena kebanyakan masyarakat tidak bisa menerima terhadap kebikan-kebijakan yang ada.

Beragam cara yang dapat dilakukan untuk membantu masyarakat dalam bidang ekonomi maupun pendidikan, contohnya memasarkan produk tetangga melalui online shop, mengajar anak-anak sekitar rumah, memberi penyuluhan tentang pentingnya cuci tangan dan memakai masker dan lain sebagainya. Kita juga bisa membantu melewati tulisan-tulisan (melalui sosmed, buletin, artikel, dll) yang kita buat seperti sebuah usulan atau kritikan terhadap kebijakan-kebijakan yang dimunculkan sehingga nanti arahan dari tulisan kita adalah untuk membantu masyarakat sekitar.

Sedikit atau banyak yang dilakukan oleh kartini masa kini adalah sebagian rangkaian perjuangan seorang Kartini. Sahabati Ai Maryati Solihah, M. Si. Selaku Ketua Umum PB kopri tahun 2005-2007 mengatakan bahwa usaha kongkrit yang bisa dilakukan oleh Kartini muda saat ini adalah menggunakan media saat ini seperti internet untuk membaca dan menulis, literasi digital, mendownload buku-buku internasional, memiliki daya baca yang tinggi, dan lain sebagainya. Terhadap media kita harus menggunakan dengan baik, memilih yang tepat, mengevaluasi dan menilainya.

Menurut Sahabati Ai, kekuatan KOPRI saat ini sangatlah luar biasa. KOPRI harus tetap mengkritisi kebikajan-kebijakan yang ada seperti peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah antara lain RUU Ketahanan Keluarga, RUU KUHP, RUU Cinta Lapangan kerja dan lain sebagainya. Itu sesuai dengan Paradigma PMII yakni Kritis Transfomatif. Selain itu, KOPRI harus memiliki ruang literasi dan menyentuh ruang strategis yang ada.

Bagaimana peran KOPRI dalam bidang pendidikan khususnya tengah pandemi COVID-19 ini?. Seperti yang kita tahu, apakah setiap guru memiliki kompetensi yang sama?. Lalu bagaimana nasib sekolah yang siswanya tidak memiliki teknologi penunjang belajar online, apakah harus libur?, ataukah mewajibkan guru mendatangi rumah siswa? Menjawab pertanyaan tersebut, bagaimanakah gerakan KOPRI, PMII? seperti yang sudah dismpaikan sebelumnya, yakni kita bisa membuat buletin tentang apa yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini dan pasca pandemi COVID-19 baik di dunia pendidikan maupun ekonomi.

Jadi, bisa kita ambil hikmah untuk memperingati hari Kartini yakni sebagai kartini masa kini harus rajin membaca, mentradisikan literasi karena buku merupakan jendela dunia. Kemudian kita sebisa mungkin mengimplementasikan ilmu-ilmu yang kita dapat baik dari bangku perkuliahan atau dari manapun ke kehidupan masyarakat dan bangsa ini.

Penulis adalah kader Komisariat Tarbiah Cabang Surabaya Selatan