Oleh : M. Zaki Muharor

Pandemi (dari bahasa Yunani πᾶνpan yang artinya semua dan δήμος demos yang artinya orang) adalah epidemik penyakit yang menyebar di wilayah yang luas, misalnya beberapa benua, atau di seluruh dunia. Penyakit endemik yang meluas dengan jumlah orang yang terinfeksi yang stabil bukan merupakan pandemi (Antunes, 2016).

Menurut World Health Organization (WHO) dikutip dari www.merdeka.com, virus corona atau covid-19 adalah virus yang menyebabkan flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernapasan timur tengah (MERS-CoV) dan sindrom pernapasan akut parah (SARS-CoV), virus ini berasal dari kota Wuhan China yang akhirnya menyebar ke negara-negara lain, salah satunya Indonesia. Penyakit Corona Virus Disease (COVID-19) adalah jenis baru yang ditemukan pada tahun 2019 dan belum pernah diidentifikasi pada manusia. Virus Corona adalah zoonosis, artinya ditularkan antara hewan dan manusia.

Investigasi terperinci menemukan bahwa SARS-CoV ditularkan dari kucing luwak ke manusia dan MERS-CoV dari unta dromedaries ke manusia. Beberapa virus Corona yang dikenal beredar pada hewan yang belum menginfeksi manusia. Tanda-tanda umum infeksi termasuk gejala pernapasan, demam, batuk, sesak napas dan kesulitan bernafas. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Secara historis banyak sudah pandemic yang di hadapi manusia diantaranya wabah Black Death menewaskan sekitar 75–200 juta orang pada abad ke-14 yang menyerang Eropa dan pandemic global yang tercatat sebagai pandemic terganas sepanjang sejarah adalah Flu Spanyol 1918-1920 “jumlah korban diperkirakan sekitar 17 juta hingga 50 juta” (Nelson et al., 2008).

Meskipun dalam catatan sejarah yang tersedia tentang pandemi influenza 1918 di dunia lebih banyak menyoroti dampak yang terjadi di Eropa dan Amerika. Menurut Farndon, Asia juga mencatat jumlah korban meninggal yang besar. Diperkirakan 20 juta orang meninggal di India, dan kemungkinan di Cina terdapat 10 juta orang korban meninggal karena pandemi influenza. Wabah influenza juga melanda wilayah Hindia-Belanda, khususnya paling parah menyerang di pulau Jawa. Pertengahan tahun 1918 sampai pertengahan tahun 1919 merupakan sebuah fenomena penting adanya pandemi dalam sejarah kesehatan negeri ini (Sejarah, Sosial, Sejarah, & Sosial, 2013). Tingginya jumlah korban baik yang tertular maupun meninggal, dan pesatnya penyebaran virus influenza menjadikan wabah influenza ini menjadi masalah yang harus segera ditangani oleh pemerintah Hindia Belanda.

Penyebaran influenza di Hindia Belanda diidentifikasi melalui kegiatan transportasi, adanya kontak langsung antara masyarakat Hindia Belanda dengan masyarakat luar menyebabkan munculnya sebuah bentuk interaksi sosial. Kemajuan dalam bidang ekspor impor menjadikan pelabuhan sebagai pintu masuknya virus influenza di Hindia Belanda. Kapal  yang melakukan kegiatan ekspor-impor barang baik keluar negeri maupun pengangkutan dan pengiriman barang antar pulau diperkirakan menjadi salah satu sarana penularan infeksi virus influenza. Hal ini dapat dipahami bahwa di dalam kapal tersebut terdapat orang-orang yang telah terserang virus influenza H1N1, sehingga virus tersebut berkembang pesat menjadi sebuah pandemi. Pulau Jawa memiliki beberapa pelabuhan besar, yaitu di Batavia (Jakarta) dan Surabaya yang menjadi pusat perdagangan. Tidak hanya perdagangan antar pulau-pulau yang ada di Indonesia tetapi juga perdagangan antara Nusantara (Hindia Belanda) dengan luar negeri. Meningkatnya kegiatan ekspor-impor di Hindia Belanda pada abad ke- 20 juga berperan dalam penyebaran virus influenza di pulau Jawa.

Dalam menyikapi Pandemic Corona atau covid-19 perlulah kita menengok sejarah bagaimana umat manusia menghadapi pandemi yang sudah disebutkan diatas jangan kita lantas panik secara berlebihan dan kemudian menimbulkan chaos dalam masyarakat,  yang tentu akan berakibat pada segala bidang. Sikap kita harus senantiasa mengikuti arahan pemerintah untuk social distancing dan tetap berdoa kepada Allah SWT dengan yakin dan percaya bahwa wabah pasti berlalu.

Pustaka Acuan

Antunes, J. L. F. 2016. Um dicionário na dinâmica da epidemiologia. Revista Brasileira de Epidemiologia. https://doi.org/10.1590/1980-5497201600010020

Nelson, M. I, dkk. 2008. Multiple reassortment events in the evolutionary history of H1N1 influenza A virus since 1918. PLoS Pathogens. https://doi.org/10.1371/journal.ppat.1000012

Sejarah, J. P., Sosial, F. I., Sejarah, J. P., & Sosial, F. I. 2013. WABAH INFLUENZA DI JAWA TAHUN 1918-1920 Nofita Rusdiana Dewi Septina Alrianingrum. 1(2).

Penulis adalah kader Rayon PMII Al-Biruni (FIS UM) jurusan Sejarah tahun 2018